PENGUMUMAN: Dibuka pendaftaran bakal calon anggota DPRD Kabupaten Tegal, mulai 1 Januari s/d 28 Februari 2013. Info: Hubungi DPC PPP Kabupaten Tegal, telp.(0283)3275717 | Eko Mahendra Ridho

Follow Us

HEADLINE NEWS

Idris Marzuki: Hijrah Ulama NU ke PPP Belum Final

10 Februari 2011

Kediri - Dukungan sejumlah ulama Nahdlatul Ulama di Jawa Timur kepada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih belum bersifat final alias bisa berubah. Saat ini masih terus berlangsung tawar-menawar soal kompensasi apa yang akan diberikan dan didapat oleh dua pihak itu, dan itu pun masih bisa berubah.

“Saat ini masih tawar menawar. Kalau tidak ketemu, bisa saja ulama kembali ke PKB,” kata KH Idris Marzuki kepada Tempo di Lirboyo, Kamis (10/2). Pemimpin Pondok Pesantren Lirboyo Kediri ini adalah tuan rumah kesepakatan ulama Jawa Timur dengan Ketua PPP Suryadharma Ali di Kediri, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. 

Menurut Idris, pertemuan ulama dengan Suryadharma Ali itu komunikasi pembuka dengan PPP. Dalam pertemuan Saat itu seluruh ulama sepakat untuk hijrah ke PPP dan meninggalkan partai masing-masing, yaitu di Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ia menampik jika keputusan tersebut dianggap sebagai sikap ulama yang meninggalkan PKB. Menurut dia, para ulama yang justru ditinggal oleh pengurus-pengurus partai yang asyik berkonflik. Sementara para ulama di PKNU menganggap partai tersebut tak lagi memiliki nilai tawar politik sehingga bersepakat kembali ke 'rumah lama', PPP, yang dianggap bersih dari konflik dan mapan.

Untuk mengerucutkan dukungan tersebut, para ulama kembali berkumpul di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (7/2) lalu, yang membahas sejumlah tawaran ulama. Mereka yang hadir diantaranya KH Zainuddin Jazuli dari Ploso Kediri, KH Anwar Iskandar dari Pondok Pesantren Al Amin Kediri, KH Idris Marzuki Lirboyo, KH Masubadar Pasuruan, KH Mas Mansur Tolhah Surabaya, KH Abdul Malik Sampang, KH Nur Iskandar SQ Jakarta, KH Syaiful Islam Probolinggo, serta Rois Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftachul Ahyar.

Tawaran pertama yang disampaikan adanya jaminan kader-kader kyai dan ulama bisa duduk di kursi legislatif. Tawaran kedua, jabatan Ketua Umum PPP harus tetap dipegang Suryadharma Ali. Jika dalam Muktamar PPP mendatang Suryadharma kalah dalam pemilihan, para ulama akan mencabut kembali dukungannya kepada PPP. 

Menurut Idris Marzuki, komitmen para ulama sudah melekat kepada Suryadharma Ali dan dikhawatirkan akan berubah jika PPP dipimpin orang lain. “Kalau Pak Suryadharma kalah, kami akan pikir-pikir lagi. Bisa saja kembali ke PKB,” kata Kyai Idris.

Saat ini, Suryadharma Ali tengah mempersiapkan pertemuan serupa dengan para ulama di Jawa Tengah. Rencananya, tanggal 13 Februari 2011 akan digelar pertemuan besar di Pondok Pesantren Bumi Ayu, yang melibatkan 2.000 ulama di wilayah ini. (Tempo, 10 Februari 2011)
Bagikan:
Comments
4 Comments

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Para kiai sebaiknya memperkuat PPP untuk kebesaran PPP. Jika PPP besar, maka aspirasi Islam akan mudah diperjuangkan.

Anonim mengatakan...

Untuk bisa besar, PPP harus dipimpin tokoh besar. Tokoh nasional yang menjadi panutan umat. Tokoh yang visioner dan mau mencurahkan energi dan waktunya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

ppp kab madiun mengatakan...

tapi untuk saat ini siapa menurut saudara2 yang layak pimpin PPP.. untuk admin "kang ekomahendra" lama g blogwalking, blognya tambah keren kang...

Eko Mahendra Ridho mengatakan...

@ppp kab madiun Alhamdulillah nih bos, saya lagi belajar ngeblog terus biar bisa tetap semangat posting berita.

Sukses selalu PPP Kab. Madiun.

Posting Komentar

 

© Copyright 2008-2013 DPC PPP Kabupaten Tegal | Design by Eko Mahendra Ridho | Powered by Blogger.com.