PENGUMUMAN: Dibuka pendaftaran bakal calon anggota DPRD Kabupaten Tegal, mulai 1 Januari s/d 28 Februari 2013. Info: Hubungi DPC PPP Kabupaten Tegal, telp.(0283)3275717 | Eko Mahendra Ridho

Follow Us

HEADLINE NEWS

Isdiyanti: Tidak ada Halangan Perempuan Berpolitik

05 Agustus 2012


Depok - Menurunnya suara PPP secara terus menerus di Kota Depok dari 7 kursi, 4 kusi, dan saat ini 2 kursi pada hasil pemilu 2009 kemarin, tidak membuat isdiyanti patah semangat.

“Saya akan membuktikan bekerja sama dengan kawan-kawan DPC PPP Kota Depok untuk mengembalikan suara PPP yang hilang minimal sama pada pemilu tahun 1999, sehingga harapan kami pada pemilu 2014 yang akan datang kader dari PPP tiap-tiap dapil di Kota Depok akan terwakilkan di DPRD Kota Depok.” Ujar Isdiyanti saat ditemui Media BINA Persatuan di rumah makan Mang Engking Universitas Indonesia.

Dengan banyaknya ulama besar dan tokoh masyarakat yang menyatakan kembali kerumah besar umat Islam (PPP) inilah yang membuat Isdiyanti optimis bahwa suara PPP untuk pemilu 2014 nanti bisa kami raih sesuai target, “memang PPP di Kota Depok tidak memiliki tokoh, tapi kami akan menciptakan kader dari PPP agar bisa menjadi tokoh politik. Kami juga belum mempunyai system yang kuat, tapi kami memiliki program yang bagus dan bisa mengangkat suara PPP serta mengembalikan suara PPP yang hilang.” Tambahnya.

Terbukti saat Mukercab (Musyawarah Kerja Cabang) PPP Kota Depok kemarin (21/1) di Graha Insan Cita, Cimanggis hampir ribuan kader PPP Kota Depok menghadiri saat pembukaan Mukercab, minimal ini sudah menjadi sinyal bahwa PPP sudah mulai bangkit  di Kota Depok, dan bagi pengurus partaipun baik mulai dari DPC, PAC, maupun Ranting ghirohnya sudah mulai bangkit kembali, apalagi dengan deklarasinya Dr. KH. Ahmad Damanhuri, MA. kembali bergabung di rumah besar umat islam (PPP).

Pemerintah Kota Depok saat ini sudah melakukan pemekaran dari 6 Kecamatan menjadi 11 Kecamatan, ini artinya untuk suara PPP juga kemungkinan besar akan bertambah dengan terbentuknya pengurus PAC dan Ranting di 5 kecamatan tersebut. “saya menghimbau kepada teman-teman pengurus PPP baik PAC maupun Ranting yang sudah terbentuk agar lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dengan cara sentuhan-sentuhan, karena dengan cara seperti inilah masyarakat akan merasa diperhatikan.” Himbau anggota Komisi A DPRD Kota Depok ini.

Dalam pencalegan dini PPP Kota Depok lebih menginginkan proporsional terbuka, artinya kepada siapapun yang ingin memajukan PPP di Kota Depok dipersilahkan untuk mendaftarkan dirinya sebagai caleg, kemudian cara pemilihannya tetap dipilih suara yang terbanyak.

“PPP akan lebih hancur lagi jika cara pemilihan nanti dikembalikan kepada nomor urut, karena para caleg tidak akan bekerja, tapi jika caranya sama seperti periode kemarin yaitu dipilih suara yang terbanyak maka semua caleg akan bekerja, karena memiliki peluang yang sama.” Imbuh Isdiyanti.

Dalam menjaring suara perempuan untuk PPP Kota Depok, wakil ketua DPC PPP Kota Depok bersama kawan-kawan yang lainnya ini sudah mulai turun kebawah, menurut Isdiyanti memang kalau kita telusuri dan jalankan ini mudah tapi susah karena kebanyakan dari perempuan yang sudah berumah tangga selalu yang dibicarakan adalah dapur, ataupun sibuk dalam pekerjaan. Jadi saat ini yang sedang dilakukan oleh Isdiyanti adalah pendekatan secara pribadi, terutama kepada Majelis Ta’lim, karena sasaran paling kuat dari PPP adalah Majelis Ta’lim.

“Anggota DPRD Kota Depok perempuannya  ada sekitar 17 orang, jadi bukan hal yang tabu lagi.  Saya rasa sekarang ini sudah tidak ada lagi halangan dan rintangan perempuan untuk berpolitik. Apa lagi semenjak ada kepengurusan baru yang memperioritaskan suara perempuan 30% dalam kepengurusan partai. Iis juga memaparkan  bahwa ada semangat baru disekitar PPP di Depok, pasalnya kaum  perempuan itu sangat mudah untuk diarahkan.” Jelasnya.
Bagikan:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright 2008-2013 DPC PPP Kabupaten Tegal | Design by Eko Mahendra Ridho | Powered by Blogger.com.