PENGUMUMAN: Dibuka pendaftaran bakal calon anggota DPRD Kabupaten Tegal, mulai 1 Januari s/d 28 Februari 2013. Info: Hubungi DPC PPP Kabupaten Tegal, telp.(0283)3275717 | Eko Mahendra Ridho

Follow Us

HEADLINE NEWS

Nita Yudhi: Islam Menghormati Peran dan Jasa Seorang Wanita

05 Agustus 2012


Jakarta - Beberapa  partai politik memberi peran strategis kepada kaum perempuan dalam struktur pengurusnya. Namun tak sedikit yang memberi peran figuran untuk sebuah formalitas yang ditentukan undang-undang. Kaum perempuan hanya ditempatkan pada posisi seperti sekretaris, bendahara atau peran-peran yang terkait dengan konsumsi, dan kesenian.

Sebagian partai politik berusaha memenuhi batas minimum kuota perempuan. Karena langkanya kader perempuan yang dimiliki tidak jarang aroma nepotisme dalam rekrutmen calon anggota legislatif pun sulit dielakan. Soal kualitas calon perempuan masih menjadi tanda tanya, karena tidak sedikit partai politik yang belum sempat menempa kader-kader srikandi yang mempunyai untuk ditampilkan sebagai wakil rakyat yang cerdas, trengginas mampu menangkap aspirasi rakyat dan paham lika-likunya politik tetapi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah mengambil langkah tegas untuk peranan wanita dalam kiprahnya dengan memasukkannya maksimal 30 % Quota wanita dalam AD-ART nya.

“Ini adalah langkah strategis sebuah partai Islam yang pada ajaran Islamnya bagaimana dalam Islam menghormati peran dan jasa seorang wanita,” kata Dyah Anita Prihapsari atau yang akrab disapa Nita Yudhi

Ditambahkan oleh Nita Yudi , Hak untuk dipilih dan memilih berdasarkan persamaan hak merupakan perintah UU yang harus dipatuhi. Artinya peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pemilu wajib menjamin hak yang sama antara laki-laki dan perempuan untuk menikmati hak sipil dan politik. Hambatan bagi partisipasi perempuan dalam kehidupan politik tidak boleh ditolerir, karena dapat menghambat pertumbuhan kesejahteraan keluarga dan masyarakat dan mempersulit perkembangan potensi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Berbicara tentang keikutsertaan perempuan di dunia politik saat ini dinamika perbedaan itu adalah hal yang wajar dan memperkaya khasanah intelektual dan pemahaman kita atas persoalan. tentu masing-masing pendirian perihal keikutsertaan perempuan dalam politik memiliki dasar argumentasi sendiri-sendiri.  boleh perempuan untuk serta berpartisipasi dalam kancah politik, bahkan sangat dianjurkan. Tentu saja dengan batasan dan rambu-rambu syar’i yang harus diperhatikan. mengambil argumentasi.

“Bahkan wanita memiliki kelebihan di sifat dan karakternya yang halus, lembut, berperasaan, peka hati nuraninya, yang tentu saja, dalam konteks politik kebijakan, akan bermanfaat menghasilkan kebijakan-kebijakan yang sensitif dan pro masyarakat.”,Ungkapnya

Saat ditanya oleh kru media Bina Persatuan tentang harapan PPP di usianya yang ke 39 tahun, Ibu cantik yang energik ini mengatakan. Bahwa PPP sudah termat matang dan dewasa dalam kiprah politiknya dan ini selaras dengan Visi PPP sendiri yaitu “Terwujudnya masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT dan negara Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral, demokratis, tegaknya supremasi hukum, penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), serta menjunjung tinggi harkat-martabat kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlandaskan kepada nilai-nilai keislaman.”

Jadi berangkat dari itu semua PPP bisa dan akan selalu mewarnai peran-peran demokrasi yang strategis di negeri ini dalam merumuskan kebjakan-kebijakan yang pro rakyat.

Dengan Meneguhkan PPP Sebagai Rumah Besar Ummat Islam ,  PPP ini bahkan lebih besar sebagai ‘rumah besar  Ummat  Islam’. Tetapi memperluasnya pula dengan upaya untuk menaungi unsur-unsur non partai dalam ummat Islam. Hal yang perlu diingat, upaya merengkuh berbagai elemen tersebut dalam satu rumah besar mungkin tidak sulit, tetapi merawat persatuan antar-elemen yang bergabung harus disadari bukan hal yang mudah. PPP bagaimana membangun mekanisme transparansi yang memungkinkan terbukanya akses terhadap informasi dan sumberdaya. Itu semua tidak bisa dicapai secara instan hanya dengan membengkakkan jumlah pengurus partai untuk mengakomodasi tokoh-tokoh dari unsur yang bergabung sebagaimana yang kini diwacanakan dalam muktamar.

Rumah Besar bisa jadi menjadi bentuk pertaruhan politik PPP dan semua ini menjadi tantangan kader dan fungsionaris PPP dalam merealisasikan program 12 juta kader. Karena sejauh ini PPP tidak memperlihatkan capaian yang kian membaik dari pemilu ke pemilu, namun malah terus-menerus terpuruk. Bila pada pemilu terakhir Orde Baru PPP mampu mendulang suara 22,4 %, di ketiga pemilu berikutnya PPP menunjukkan performa yang memburam. Pada Pemilu 1999 suaranya jeblok menjadi 10,7 %. Kemudian dalam Pemilu 2004 dan 2009 berturut-turut merosot menjadi 8,2 % dan 5,3 %. Tren turunnya perolehan suara tersebut sungguh membuat galau para kader dan fungsionaris PPP, apalagi  bila nanti besaran parliamentary threshold (PT) diputuskan sebesar 4-5% bukan mustahil pada Pemilu 2014 akan tenggelam.

Nah semua itu adalah pekerjaan rumah tangga para kader dan fungsionaris PPP dalam menyikapi kegalauan dan keresahan para konstituennya. Sebagaimana yang sering kita dengar dari Ketua Umum DPP PPP mengatakan “Untuk menyiapakan 12 juta Kader pedesaan tidaklah sulit, apalagi kader  PPP tersebar dipelosok tanah air”.

Selanjutnya Ketua Umum DPP PPP, Suryadharma Ali menekankan agar para fungsionaris dan pimpinan PPP harus bersiap-siap memenangkan Pemilu yang akan datang, karena PPP sudah mendapat dukungan dari sejumlah kyai pesantren yang kharismatik, semua persiapan sudah terealisaikan tinggal bagaimana kita dan teman-teman kader PPP yang ada di structural atau non structural mengimplementasika semuanya pada program-program yang tepat dan akurat dalam pengertian tepat sasaran.

Jika ada Fenomena, bahkan hasil survey yang mendiskreditkan PPP dalam kiprah politiknya di masa yang akan datang adalah tugas kita semua sebagai kader dan fungsionari PPP untuk memberikan kepercayaan dan motivasi kepada konstituen serta masyarakat luas. Dengan memberikan pencerahan Ghiroh yang terus kita bangkitkan di benak para kadernya. (Bina Persatuan, 5 Agustus 2012)
Bagikan:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright 2008-2013 DPC PPP Kabupaten Tegal | Design by Eko Mahendra Ridho | Powered by Blogger.com.